Data Pribadi di CV: Mana yang Penting dan Mana yang Harus Dihapus?

CV yang baik itu singkat, padat, dan fokus pada apa yang ingin dilihat oleh HRD. Sayangnya, masih banyak pelamar kerja yang mengisi CV mereka dengan data pribadi yang sebenarnya nggak relevan, bahkan berisiko jika jatuh ke tangan yang salah.

Sebut saja: tinggi badan, berat badan, status pernikahan, agama, tempat lahir, bahkan nama orang tua—semua ini tidak memberikan nilai tambah terhadap proses rekrutmen kecuali memang diminta secara eksplisit.

Selain bikin CV kamu terlihat tidak profesional, terlalu banyak info pribadi juga bisa memengaruhi penilaian subjektif, atau lebih buruk, meningkatkan risiko penyalahgunaan data pribadi.

Lalu, Apa Saja yang Sebaiknya Dicantumkan?

Kamu cukup mencantumkan:

  • Nama lengkap
  • Nomor telepon aktif
  • Email profesional
  • Link portofolio (jika ada)
  • Domisili (cukup kota/kabupaten, tanpa alamat lengkap)

Ingat, tujuan CV adalah menunjukkan bahwa kamu kompeten untuk posisi yang dilamar, bukan untuk membagikan data yang tak relevan.

Data pribadi apa saja yang wajib ada di CV?

Yang wajib hanya nama lengkap, nomor kontak aktif, dan email profesional agar HRD bisa menghubungi kamu.

Apakah alamat rumah lengkap perlu dicantumkan?

Tidak perlu. Cukup tulis domisili atau kota tempat tinggal agar CV tetap aman dan ringkas.

Perlukah mencantumkan tanggal lahir dan usia?

Tidak wajib. Banyak perusahaan lebih fokus pada skill dan pengalaman dibanding usia.

Data pribadi apa yang sebaiknya dihapus dari CV?

Hapus data seperti nomor KTP, status pernikahan, agama, tinggi badan, dan berat badan karena tidak relevan dengan pekerjaan.

Apakah foto diri selalu harus ada di CV?

Tidak selalu. Foto hanya diperlukan jika diminta atau relevan dengan posisi tertentu seperti frontliner atau public-facing role.

CV, Dunia Kerja, Lamar Kerja, Tips