Niatnya sudah mulia, eh ternyata realita berkata lain

Dulu waktu masih semangat-semangatnya, mimpinya sederhana — kerja keras, dapat gaji bagus, terus bisa bantu keluarga dan orang-orang sekitar. Tapi realita berkata lain. Gaji datang, tagihan datang lebih dulu, dan di akhir bulan yang tersisa cuma pertanyaan, “kok malah aku yang butuh dibantu?” Kalau kamu pernah ngerasa ironi ini, kamu nggak sendirian — dan ada banyak hal yang perlu kita jujurin soal gap antara harapan dan kenyataan dunia kerja.