Debat Pilgub Bali 2024: De Gadjah Tantang Koster Soal UMP Minim

Dalam debat Pilgub Bali yang digelar di Hotel BNCC Nusa Dua, Kabupaten Badung pada Rabu malam (20/11), I Made Muliawan Arya alias De Gadjah menyoroti isu penting terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali. Dalam sesi tanya jawab, De Gadjah mengkritik kebijakan kenaikan UMP yang dianggap sangat minim selama masa kepemimpinan paslon petahana, I Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri).
@lokerbali Gimana nih menurut semeton soal UMP Bali? #lokerbali #UMP #bali ♬ original sound – Lokerbali Lowongan kerja Bali
De Gadjah Soroti Kenaikan UMP Bali yang Minim
De Gadjah mengungkapkan kekhawatirannya dengan besaran UMP Bali yang menurutnya tidak sebanding dengan kebutuhan pekerja di Bali yang semakin tinggi. Dia juga membandingkan UMP Bali dengan Jakarta yang mengalami kenaikan jauh lebih signifikan.
“Kenapa kenaikan UMP di Bali begitu minim, sementara Jakarta mengalami lonjakan yang jauh lebih besar? Padahal, kebutuhan pekerja di Bali terus berkembang,” tanya De Gadjah kepada Koster.
Tak hanya itu, De Gadjah juga menyinggung kebijakan Keluarga Berencana (KB) yang mengimbau masyarakat Bali memiliki empat anak. “Dengan UMP yang hanya 2,8 juta per bulan, bagaimana masyarakat Bali bisa memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membiayai empat anak?” ujar De Gadjah dengan tegas.
Koster Tanggapi dengan Alasan Ekonomi
Menanggapi pertanyaan tersebut, Koster menjelaskan bahwa kebijakan UMP Bali sudah mengikuti peraturan yang berlaku, dengan mempertimbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bali yang terbatas. Koster mengungkapkan, UMP Bali yang saat ini sebesar 2,8 juta per bulan sudah merupakan angka maksimal yang bisa dicapai, mengingat PAD Bali jauh lebih kecil dibandingkan Jakarta.
“Jakarta memiliki PAD 10 kali lebih besar dibanding Bali, jadi UMP 2,8 juta itu sudah sangat tinggi,” jawab Koster.
Namun, Koster mengungkapkan bahwa ke depannya pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan UMP Bali dengan memperbesar sumber pendapatan daerah. “Kami akan terus mencari cara untuk menambah PAD, agar UMP Bali bisa naik lebih tinggi di masa mendatang,” tambahnya.
De Gadjah: “Kesenjangan UMP Bali dan Jakarta Semakin Lebar”
De Gadjah kembali menanggapi pernyataan Koster dengan serius, menekankan bahwa kesenjangan antara UMP Bali dan Jakarta semakin lebar dari tahun ke tahun. “Faktanya, UMP Bali jauh dari standar kebutuhan hidup layak bagi pekerja. Kesenjangan ini semakin lebar setiap tahun, sementara masyarakat semakin tertekan,” kata De Gadjah.
De Gadjah menegaskan bahwa jika terpilih, dirinya akan berupaya keras untuk mendekatkan gap UMP Bali dengan Jakarta. “Kami akan bekerja sama dengan dunia usaha dan pekerja untuk meningkatkan UMP, agar lebih mencerminkan kebutuhan hidup yang layak bagi masyarakat Bali,” tutup De Gadjah.
Isu Ketenagakerjaan Jadi Sorotan Utama
Debat Pilgub Bali kali ini semakin memanas, dengan isue kesejahteraan pekerja menjadi salah satu topik utama yang dibahas. Kedua pasangan calon saling mempertajam argumen terkait bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali, terutama pekerja yang semakin terhimpit dengan biaya hidup yang terus meningkat.
Dengan komitmen untuk memperbaiki kondisi Upah Minimum Provinsi (UMP) dan mengatasi masalah sosial lainnya, Pilgub Bali 2024 semakin menarik perhatian masyarakat Bali.