Kenapa Lowongan Kerja Mid Level Jarang Diposting?
Kalau kamu sering buka sosial media atau portal lowongan kerja, mungkin sadar bahwa posisi yang paling banyak diposting adalah entry level dan fresh graduate program. Sedangkan lowongan untuk mid level (3–5 tahun pengalaman) jauh lebih jarang. Kenapa bisa begitu?
1. Mid Level Lebih Banyak Dicari Lewat Internal atau Rekomendasi
Perusahaan sering mengandalkan promosi internal atau rekomendasi dari karyawan ketika butuh posisi mid level. Alasannya, mereka ingin orang yang sudah terbukti kinerjanya, bukan kandidat acak dari luar.
2. Proses Rekrutmen Lebih Tertutup
Posisi mid level biasanya punya tanggung jawab strategis. Karena itu, perusahaan lebih memilih mencari lewat headhunter, jaringan profesional, atau LinkedIn, bukan sekadar posting di portal umum.
3. Kandidat yang Dicari Lebih Spesifik
Kalau entry level bisa dilamar banyak jurusan, mid level biasanya butuh pengalaman dan skill spesifik. Posting di sosial media sering dianggap kurang efektif karena kandidat yang apply belum tentu sesuai.
4. Efisiensi Waktu & Biaya
Daripada menerima ratusan CV yang tidak relevan, perusahaan lebih hemat waktu dengan pendekatan targeted search, misalnya langsung menghubungi kandidat potensial.
Lowongan mid level jarang terlihat bukan berarti tidak ada. Justru lebih sering tersebar lewat networking, LinkedIn, atau headhunter. Jadi, kalau kamu sudah punya pengalaman, pastikan personal branding dan networkingmu aktif.