Kenapa Perusahaan Lebih Suka Cari Pekerja Muda di Indonesia?

Fenomena perusahaan yang lebih memilih pekerja berusia muda semakin terlihat jelas di Indonesia. Mulai dari startup, corporate, hingga industri hospitality, banyak lowongan menuliskan batas usia maksimal, bahkan sering kali hanya 27 tahun. Sebenarnya, apa alasan di balik tren ini?

Pertama, perusahaan menilai pekerja muda punya energi dan produktivitas lebih tinggi. Dengan ritme kerja cepat dan target yang padat, perusahaan merasa lebih diuntungkan merekrut tenaga kerja muda yang bisa mengikuti dinamika pekerjaan.

Kedua, pekerja muda dianggap lebih mudah dibentuk. Mereka belum terlalu punya kebiasaan kerja yang mengakar, sehingga lebih gampang diarahkan sesuai budaya kerja perusahaan.

Ketiga, faktor biaya tenaga kerja. Pekerja muda umumnya digaji lebih rendah dibanding pekerja senior. Bagi perusahaan yang sedang efisiensi, hal ini dianggap lebih menguntungkan.

Keempat, generasi muda juga dikenal melek teknologi. Di era digital, kemampuan adaptasi dengan tools, software, hingga AI jadi nilai plus yang sangat dicari.

Namun, tren ini juga punya sisi lain. Banyak pekerja senior sulit mendapat pekerjaan karena dianggap “mahal” atau “kurang adaptif”. Fresh graduate pun meski diincar, tetap harus berkompetisi ketat dengan banyak kandidat lain.

Kesimpulannya, perusahaan mencari pekerja muda bukan sekadar karena umur, tetapi karena efisiensi, adaptasi, dan relevansi skill.

Dunia Kerja, freshgraduate, FYI, Lamar Kerja