Nadiem Makarim Ungkap 80% Lulusan Tidak Bekerja Sesuai Jurusan
Mencari kerja memang bukan semudah membalikkan telapak tangan. Persaingan ketat banyak membuat orang tidak bisa mendapat pekerjaan sesuai dengan ekspektasinya.
Angkatan yang baru saja lulus kuliah juga tidak sebanding dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia. Nadiem Makarim selaku Mendikbud Ristek juga mengungkapkan hal ini pada 26 Oktober 2021 lalu.
Ia mengungkapkan bahwa 80 persen mahasiswa Indonesia tidak bekerja sesuai dengan jurusan kuliahnya. Berdasarkan data, hanya ada 27 persen lulusan yang memiliki pekerjaan sesuai dengan jurusan atau bidang ilmunya.
Lalu, apa penyebab dari fenomena ini? Berikut adalah 5 alasannya.
1. Tidak memiliki kepastian terhadap jurusan yang diambil
Kelulusan seseorang memang nggak bisa menjamin bahwa ia tertarik dengan jurusan yang ia ambil. Banyak mahasiswa justru mendapat tuntutan orangtua sehingga diberikan ekspetasi yang nggak semestinya
Akibatnya, mereka nggak benar-benar memahami pelajaran yang didapatkan sehingga mereka harus mengeksplorasi hal-hal baru sesuai dengan apa yang mereka minati. Hal ini tentunya dapat mengulur waktu mereka untuk mendapatkan pekerjaan
2. Persaingan ketat
Banyak orang yang mencari pekerjaan secara bersamaan mengakibatkan lowongan semakin sedikit. Selain itu, banyak juga lulusan lama yang belum mendapat pekerjaan.
Beberapa bidang juga memberikan syarat yang terlalu kompleks untuk merekrut karyawan baru. Selain itu, banyak perusahaan yang meminta pengalaman kerja yang menurut pencari kerja sangat tidak masuk akal.
3. Kemampuan minim
Banyak pencari kerja yang nggak nunjukin performa dengan maksimal saat tahap perekrutan. Tentu, penyebabnya adalah kurangnya kemampuan. Padahal, harusnya, mereka nunjukin kemampuan terbaik mereka saat tahap itu.
Untuk memperkaya kemampuan, kita juga bisa ambil kursus online singkat. Dari sana, kita akan dapat sertifikat yang berguna untuk meyakinkan perekrut.
4. Tidak memiliki pengalaman
Walaupun sudah bergelar sarjana, bukan berarti kita bisa langsung dapat pekerjaan. Apalagi jika kita nggak memiliki kemampuan sesuai dengan posisi yang diinginkan. Oleh sebab itu, sebelum kamu mendaftar, lebih baik perkaya diri dengan pengalaman magang atau freeelance.
5. Jarang follow up
Sampai saat ini, banyak lulusan baru yang sering melupakan follow up hasil. Setelah menyelesaikan proses wawancara, sangatlah penting untuk melakukan hal ini sebagai bentuk ketertarikan kita terhadap posisi yang kita inginkan.