Lulusan Sarjana Membludak Per Tahun, Tapi Lowongan Kerja Sedikit

Lulusan Sarjana Membludak Per Tahun, Tapi Lowongan Kerja Sedikit

Lowongan kerja makin terbatas. Namun, jumlah pencari kerja terutama lulusan sarjana sampai D3 makin bertambah setiap tahunnya. Hal ini tentu menyebabkan ketidakseimbangan dengan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia.

Berikut faktanya,

Informasi Lowongan Kerja Belum Merata

Kepala Biro Humas Kemnaker, Chairul Fadhlu Harahap mengatakan penyebab pengangguran tingkat sarjana masih terjadi akibat belum meratanya informasi lowongan kerja, dan adanya masalah di mana kompetensi yang dimiliki lulusan belum sesuai dengan kebutuhkan pasar kerja.

Chairul juga mengatakan lulusan sarjana menempati urutan nomer dua pengangguran, dan urutan nomer satu ditempati oleh lulusan SMA dan SMK. Paling sedikit lulusan SMP dan SD.

Selain itu, kata Chairul, pihak mereka juga masih mendata lowongan kerja yang diinformasikan melalui akses digital dari job portal atau sosial media.

Lowongan Kerja Sangat Sedikit

Setiap tahunnya ada 1,4 juta lulusan sarjana, namun total lowongan yang sudah tercatat di Kemnaker cuma 10% dari jumlah itu. Dari sini sudah sangat menjelaskan kenapa banyak sekali fresh graduate masih menganggur.

Lowongan Tak Sesuai Kemampuan Sarjana

Sampai saat ini masih banyak sekali lulusan sarjana yang mengeluh. Salah satu lulusan S1, bernama Anisa sudah menganggur selama tiga bulan setelah wisuda. Anisa mengatakan, ia mengalami hambatan yakni kemampuan yang dibutuhkan perusahaan tidak sesuai dengan standar kopetensi saat ia lulus.

“Sulitnya ketika cari lowongan kerja yang jobdesk-nya sesuai sama kemampuan aku. Kadang aku juga kurang percaya diri, jadi lowongan yang diambil tidak banyak” tambahnya.

Berita, FYI